Andai Andi bergerak cepat meminta pendapat semua pihak, boleh jadi PWI Kepri akan lebih anggun dan solid menyikapi kemelut PWI Pusat.
Andi lupa bahwa pada Konferprov V PWI Kepri Desember 2023 lalu, ia bukanlah pemenang single majority. Jumlah suaranya hanya terpaut 1 angka dengan sang rival, wartawan senior Saibansah Dardani, 39 versus 38, itu pun karena surat suara ke-39 milik Saibansah dianggap cacat oleh panitia. Bila tidak, 39-39 akan menjadi hasil akhir yang imbang.
Sejatinya, dengan hasil kongres seperti ini, Andi harus lebih aktif merangkul lawan, menyatukan yang terserak, suatu hal yang tidak ia tempuh. Entah kenapa.
Penulis tidak banyak tahu tentang sosok Andi. Karya tulis dan karya organisasinya dalam skala besar dan menyentak perhatian, tidak banyak terlacak di jejak digital. Sebagai organisasi wartawan terbesar dan tertua di tanah air, Andi memang terlihat masih gugup membesarkan PWI.
Berbeda jauh dengan para pendahulunya, Socrates, Ramon Damora, Candra Ibrahim, yang dapat dengan mudah kita temukan buah pikirnya melalui tulisan-tulisan bernas, aneka ragam buku yang dihasilkan, serta kegiatan-kegiatan PWI yang menyentuh pemberdayaan kualitas wartawan.
Akhirnya, selamat kepada Plt Ketua PWI Kepri Bung Marganas Nainggolan. Mari kita tunggu tangan dinginnya dan para King Maker lain menghasilkan pemimpin terbaik untuk PWI dan negeri ini.













