“Hal ini dilakukan guna menjawab tantangan kedepan seperti wacana pemekaran daerah baru seperti yang sedang kita perjuangkan saat ini, sehingga kalau DOB ini terjadi semua unsur sudah terpenuhi,” ungkap Wan Siswandi.
Terkait dengan infrastruktur pembentukan Provinsi Wan Siswandi menyampaikan kalau normalnya itu harus ada lima Kabupaten.
“apakah Natuna bisa nanti jadi sebuah provinsi khusus harapan kita iya. Namun proses ini harus tetap kita laksanakan tahapan demi tahapan agar pembentukan Provinsi Natuna anambas bisa kita rasakan,” ucapnya.
Bupati menambahkan, Natuna ini adalah kawasan strategis dan berada di perbatasan ,daerah terluar dan juga di sini aparatur sanksi seperti TNI AL Lanud sudah naik tipe.
“tentunya hal ini juga menjadi pertimbangan dalam kajian akademis nantinya. Saya sudah mempersiapkan infrastruktur seperti Jalan, listrik dan air (bendungan), bandara di Kabupaten Natuna, ini salah satu indikator untuk Persiapan Natuna Sebagai Provinsi,” terangnya.
Sedangkan untuk Peningkatan SDM Bupati menjelaskan pemerintah daerah sudah MOU dengan Akamigas, MOU Dengan Universitas Pertamina, Universitas Perkapalan Surabaya, MOU dengan Universitas PLN, Kementrian KKP, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perdagangan untuk Beasiswa dan kuliah gratis anak-anak Natuna.
“tentunya hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan kedepan. Menyiapkan SDM unggul anak daerah dalam menghadapi lapangan kerja yang tersedia di Natuna Nantinya jika pemekaran ini terjadi,” cetusnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengatakan dirinya menjalankan tugas sesuai dengan perintah Mendagri untuk menampung aspirasi terkait pembentukan Provinsi Natuna Anambas ini.
“Fokus saya di tahun pertama adalah Infrastruktur, tahun kedua peningkatan SDM dan Infrastruktur, tahun ketiga peningkatan Ekonomi. Dengan Mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Acara Kajian Akademis Pembentukan Provinsi Natuna Anambas Resmi Saya Buka,” tutupnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kajian Akademis oleh Dekan Fisip Umrah, DR Oksep Adhayanto, SH MH.













