“Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan anak-anak kita, pelaksanaan MBG ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang nyata terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan aktif UMKM dan penyedia bahan pangan lokal,” ungkap Amsakar.
Pemetaaan Data hingga Rantai Pasok Pangan
Guna menyulap program ini menjadi mesin penggerak ekonomi yang akuntabel dan berdaya saing, Amsakar langsung memberikan instruksi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait di lingkungan Pemko Batam.
Langkah-langkah strategis yang diinstruksikan meliputi:
Validasi Data Penerima Manfaat: Memastikan pendataan akurat agar distribusi makanan tepat sasaran.
Pengawasan Rantai Pasok Pangan: Menjamin standar gizi, kesegaran bahan, dan keamanan pangan lokal yang diserap dari pelaku usaha.
Kesiapan Fasilitas Pendukung: Menyiapkan sarana pendistribusian agar aliran logistik dari UMKM ke sekolah-sekolah berjalan tanpa hambatan.
Amsakar menambahkan bahwa Pemko Batam berkomitmen penuh menyatukan persepsi dengan pemerintah pusat agar seluruh tata kelola—mulai dari pendistribusian hingga akuntabilitas anggaran—dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Dengan koordinasi yang kuat dan persiapan yang matang, Pemko Batam berkomitmen memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan, amanat undang-undang, serta memberikan manfaat ganda bagi gizi anak dan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.













