Gudangberita.co.id, Batam – Pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi mineral kritis, salah satunya timah, yang kini mulai dijalankan di Kota Batam.
Dalam groundbreaking dua pabrik hilirisasi timah—PT Batam Timah Sinergi (tin chemical) dan PT Tri Charislink Indonesia (tin solder)—pada Jumat (24/1/2025), pemerintah menegaskan pentingnya hilirisasi ini untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang besar bagi perekonomian lokal.
Hilirisasi timah ini diproyeksikan menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja baru di Batam. Langkah ini tidak hanya menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat, mulai dari peningkatan pendapatan hingga terbukanya peluang usaha baru.
“Kami berharap pabrik hilirisasi timah ini dapat menjadi fondasi transformasi industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Batam,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon.
Sebagai produsen timah terbesar di dunia, Indonesia memiliki cadangan timah sebesar 800 ribu ton atau 17% dari total cadangan global. Sayangnya, selama ini hampir 95% produksi timah nasional diekspor dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, nilai tambah komoditas ini dapat meningkat signifikan, bahkan menggandakan nilai ekspor.













