“Sudah kita amankan beberapa pelaku beserta barang bukti. Mereka kini sedang diperiksa intensif oleh penyidik. Kasus ini masih dalam pengembangan,” tegas Kompol Syaiful Badawi, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri.
Kelompok ini diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang. Mereka beroperasi cepat menggunakan speed boat berkapasitas tinggi, menyergap kapal-kapal besar di laut lepas, lalu kabur dengan hasil rampokan. Aksi mereka membuat resah pelaku pelayaran di jalur internasional, termasuk kapal asing yang kerap melintasi Selat Malaka dan perairan Singapura.
Hingga saat ini, Polairud Polda Kepri masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat serta menyelidiki kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik komplotan bajak laut modern ini.













