TeknoZona Headline

ASUS Enggan Beralih ke 5G untuk Produksi Gadget di Batam

153
×

ASUS Enggan Beralih ke 5G untuk Produksi Gadget di Batam

Share this article
Foto: ist
banner 468x60

“Memang belum ada layanannya secara official, tapi kita sebenarnya bisa minta. Jadi dari Telkomsel sudah pernah nawarin, kalau butuh harus ada perjanjian sama Telkomsel,” tuturnya.

Stanly menjelaskan pengujian laptop atau smartphone di pabriknya harus melalui beberapa tes. Di antaranya seperti pengujian kamera, audio hingga perekaman.

Saat ini, seluruh tahapan uji masih melalui kabel yang terhubung ke PC untuk diuji lewat aplikasi dari perusaan perangkat.

BACA JUGA:  Hanya Sehari Setelah Viral, Pemkab Lingga Siapkan Dana Lunasi Tunggakan Asrama Bandung

Jika menggunakan teknologi nirkabel dengan memanfaatkan 5G, dia menyebut tahapan produksi akan makin repot.

“Bakal makin repot, kalau produksi kita contohnya smartphone misalnya 34 juta [unit] hp per bulan, dikali 22 hari kerja itu udah berapa ribu. Kalau semua terhubung ke Wi-Fi itu semakin lemah,” tuturnya.

Di samping itu, kata dia, untuk beralih ke 5G, maka, perusahaannya semakin besar mengeluarkan modal untuk upgrade teknologi.

BACA JUGA:  PT. BPR Sumber Dana Mas Dabo Singkep Raih Bintang 5 Top 100 BPR Award Majalah The Finance 2026, Duduki Posisi 26 Besar BPR Terbaik Se-Indonesia

Sementara, teknologi robotik yang digunakan untuk lini produksi didesain dengan menggunakan kabel.

ASUS, produsen teknologi asal China, memproduksi laptop seri ExpertBook P1 di PT. Sat Nusapersada, Batam. Laptop itu diklaim punya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 20 persen.

Country Commercial Product Marketing ASUS Indonesia Aldy Ramadiansyah mengatakan setiap harinya perusahaan bisa memproduksi hingga 100 unit laptop.

BACA JUGA:  Bansos dan Hibah Dipelototi KPK, Sekda Natuna Kumpulkan Seluruh Kepala OPD

“Kemampuan produksinya sehari bisa 100 unit,” kata dia kepada wartawan di Batam, Senin (19/6).

Ia menjelaskan seri laptop ASUS ExpertBook P1 diproduksi untuk memenuhi permintaan pemerintahan, dengan total produksi mencapai 5.000 unit sejak November 2022.