Ape KesahBatamZona Headline

Apa yang Salah dari Batam dan Apa yang Benar dari Singapura?

121
×

Apa yang Salah dari Batam dan Apa yang Benar dari Singapura?

Share this article
Gedung-gedung di Singapura dilihat dari Kecamatan Belakang Padang, Batam. (Foto: Pinterest)
banner 468x60

Kedua, Singapura menang dalam visi ekonomi jangka panjang. Negara-kota tersebut menjalankan roadmap pembangunan yang tidak pernah berubah arah meski pemimpin berganti. Transformasi ekonominya terukur: dari industri ringan, naik ke manufaktur berteknologi tinggi, kemudian beralih ke finansial, logistik, riset, dan ekonomi digital.

Sementara itu, Batam masih bergantung pada manufaktur padat karya yang mudah terguncang oleh perubahan biaya tenaga kerja atau dinamika regional. Arah transformasi ekonominya belum terdefinisikan sejelas Singapura. Tanpa visi jangka panjang, Batam sulit naik kelas ke industri bernilai tambah tinggi.

BACA JUGA:  Ombudsman Kepri Temukan Ruang Pelayanan Sempit di Sekupang, Ingatkan Lurah Waspada 'Surat Ghaib'

Ketiga, perbedaan signifikan muncul dari kualitas sumber daya manusia. Singapura tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga membangun manusia. Pendidikan menjadi prioritas nasional. Anggaran riset, inovasi, dan pelatihan vokasi dirancang untuk menciptakan tenaga kerja dengan produktivitas global.

Batam memiliki tenaga kerja kompetitif, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Pendidikan vokasi, riset, dan teknologi belum terintegrasi dengan kebutuhan industri masa depan. Akibatnya, Batam tetap bertahan pada sektor padat karya, bukan sektor padat inovasi.

BACA JUGA:  Aksi Spontan Sopir Truk di Batam Selamatkan Nyawa Karyawati Muka Kuning di Baloi Kolam

Keempat, infrastruktur dan ekosistem logistik menjadi pembeda lain. Singapura tidak hanya memiliki pelabuhan dan bandara; mereka mengelolanya sebagai mesin ekonomi dengan tingkat efisiensi kelas dunia. Pelabuhan PSA dan Changi Airport adalah benchmark global yang terus diperbarui.