Batam

Rayu Konjen Tiongkok, Pemko Batam Pertaruhkan Pertumbuhan Industri pada Keandalan Air dan Listrik

12
×

Rayu Konjen Tiongkok, Pemko Batam Pertaruhkan Pertumbuhan Industri pada Keandalan Air dan Listrik

Share this article
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Konjen Tiongkok Huang He saat pembahasan jaminan investasi dan infrastruktur Batam
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Konjen Tiongkok Huang He saat pembahasan jaminan investasi dan infrastruktur Batam.
banner 468x60

Amsakar menilai, tanpa adanya jaminan ketersediaan daya dan air yang berkelanjutan, daya tawar status FTZ akan kehilangan taji di mata korporasi global.

“Batam memiliki daya tarik investasi yang sangat kuat, mulai dari kemudahan perizinan, status FTZ, hingga letak geografis yang strategis.

Namun, kami juga menegaskan bahwa infrastruktur pendukung seperti ketersediaan pasokan air bersih dan energi listrik terus diperkuat guna memenuhi kebutuhan kawasan industri yang kian berkembang,” ujar Amsakar.

BACA JUGA:  Sanggupkah Perda Baru Jinakkan Bom Waktu Sampah Batam?

Langkah ini menunjukkan bahwa keberhasilan menarik raksasa industri Tiongkok kini sangat bergantung pada sejauh mana keandalan utilitas dasar tersebut benar-benar dapat terealisasi di lapangan, bukan sekadar komitmen di atas kertas.

Selain menggaransi pasokan utilitas, Amsakar juga menjual stabilitas sosial-politik serta jaminan keamanan sebagai pelindung kepastian berusaha (certainty of doing business).

BACA JUGA:  Bundaran Hang Nadim Kini Diberi Nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V: Dirancang dengan Desain Tanjak dan Tepak Sirih

Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat diklaim menjadi benteng utama menjaga kondusivitas iklim investasi.

Namun, di balik karpet merah yang digelar untuk modal Tiongkok, Pemko Batam memberi garis batas tegas terkait etika bisnis dan manfaat bagi daerah. Investasi asing tidak boleh sekadar mengeksploitasi potensi daerah, tetapi harus memberi dampak langsung bagi warga lokal.