Gudangberita.co.id, Batam – Partisipasi pemilih di Batam cukup rendah. Dari jumlah 899.666 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Batam hanya 46,76 persen dari jumlah itu yang memberikan hak suaranya.
Apa yang membuat warga Batam enggan menyalurkan hak suaranya? Selain faktor alam yang pada hari pencobolosan Kota Batam diguyur hujan deras sepanjang hari, ternyata ada faktor lain yang membuat warga tak bergairah memilih.
Sejumlah alasan diutarakan. Diantaranya tidak ada calon yang dianggap layak, hingga pesimis dengan kualitas calon yang tampil dalam Pilkada 2024 baik untuk Kota Batam, maupun Provinsi Kepri.
Berikut sejumlah komentar netizen yang disampaikan di kolom komentar akun Tiktok @Gudangberita.co.id:
“golput itu, menandakan ke tidak percayaan sama si calon calon pasangan. dan itu hak mereka mau milih atau tidak, bisa jadi kan mereka berfikir siapa pun calon, tetep aja beras mereka beli sendiri,” tulis ra**** kepri
“Hujann satu hariann diBatamm pakk, mana tempat nyoblos ny jauh dri alamat , trus serangan pajar juga nggak ada, ya mending tidurlahhh,” sebut akun Di***
“bukan pak,, sosial kmi tnggi.. buktiny kmi milih presiden kmren,, skrg kmi bnyk yg golput krna rasa tdk prcya kmi tnggi terhdap calon.. tp klw kmren dpt serngan fajar mgkin kmi milih wlwpun terpaksa,” tulis MoMo_****













