Jasadnya mengenakan pakaian daster lengan panjang berwarna merah, celana dalam berwarna abu-abu gelap.
Kepalanya terbungkus menggunakan bungkusan plastik sampah berwarna hitam, serta ada lumuran darah di dalam kantong plastik tersebut.
Memang, kepada penyidik usai ditangkap, Ahmad Yuda mengaku memukul TRH 13 kali di leher dan 11 kali di kepala menggunakan kayu lesung. TRH juga sempat dipukul di bagian wajah dua kali.
Kemudian ia membakarnya pakai bensin dengan skenario yang ia rancang. Ahmad mengaku membeli delapan botol bensin di eceran. Sementara tabung gas yang ada dikatakannya titipan tetangga.
“Saya pukul pakai kayu lesung, habis itu bakar pakai bensin. Beli di eceran,” ucapnya dalam keadaan lemas usai ditangkap.
Polisi sejauh ini belum sepenuhnya mempercayai pengakuan Ahmad.
Membunuh karena cemburu
Hanya saja Ahmad mengatakan, ia cemburu memergoki istrinya dengan pria lain. Kemudian ia juga mendapat laporan serupa jika istrinya juga dekat dengan pria lain.
“Saya cemburu, pernah lihat ada yang keluar dari dapur,” ucapnya.
Selain itu ia juga mendapat laporan dari saudaranya, jika istrinya selingkuh
Awal ditemukan mayat dr Tetty
Ketua RT setempat, Arif mengatakan Ahmad sempat melakukan video call pura-pura bertanya istrinya yang tak bisa dihubungi.













