BatamZona Headline

7 Fakta Memilukan Kasus Penganiayaan Bocah 9 Tahun oleh Ibu Tiri di Sagulung Batam

214
×

7 Fakta Memilukan Kasus Penganiayaan Bocah 9 Tahun oleh Ibu Tiri di Sagulung Batam

Share this article
kasus kekejaman ibu tiri terhadap anak di Sagulung Batam.
Kasus kekejaman ibu tiri terhadap anak di Sagulung Batam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Jagat media sosial dan warga Kota Batam tengah digemparkan oleh kasus penganiayaan brutal terhadap RAL, seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Kavling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Pelaku utama yang merupakan ibu tiri korban, VJ (38), kini telah resmi mendekam di balik jeruji besi Polsek Sagulung.

Untuk merangkum peristiwa yang menyayat hati ini, berikut adalah 7 fakta mengejutkan di balik pengungkapan kasus kekejaman ibu tiri di Batam:

BACA JUGA:  Yuwangky Bos THM Planet Batam Ditangkap Bareskrim, Dari Singapura Berakhir di Terminal 3 Soetta

1. Terbongkar Akibat Modus ‘Jual Kesedihan’ Ayah Kandung

Kasus ini tidak akan pernah terungkap jika ayah kandung korban, RL, tidak membagikan foto-foto luka anaknya ke grup WhatsApp Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam pada Jumat, 19 Juni 2026. RL berdalih anaknya terluka akibat “jatuh di kamar mandi” dan melemparkan nomor akun Dana miliknya untuk meminta donasi pengobatan serta makan karena mengaku tidak sempat menarik penumpang.

BACA JUGA:  Dituduh Jadi Sarang Judi, Arena Permainan Sky City Batam Digerebek Polisi, Ini Hasilnya

2. Kejelian dan Aksi Heroik Siasat ‘Es Krim’ Satgas KOMANDO

Melihat foto yang disebar RL, Satgas KOMANDO menaruh curiga karena pola cedera korban tidak mirip dengan luka jatuh dari kamar mandi. Satgas langsung menerjunkan tiga anggotanya ke daerah Marina, Sekupang. Untuk memancing informasi dari korban tanpa dicurigai pelaku, anggota satgas membawa RAL keluar rumah dengan alasan membelikan es krim dan nasi. Di sanalah korban RAL akhirnya menangis dan mengaku jujur bahwa ia disiksa oleh ibu tirinya.

BACA JUGA:  BP Batam Beri Klarifikasi Terkait Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang