3. Kondisi Fisik Korban Sangat Tragis Saat Dievakuasi
Saat berhasil diselamatkan, kondisi fisik bocah perempuan berusia 9 tahun itu benar-benar mengiris hati. Mata kanan RAL lebam membiru, tangan hingga kakinya penuh memar, dan rambut panjangnya tampak dipotong pendek secara asal-asalan hingga tak karuan oleh pelaku.
4. Hasil Rontgen Buktikan Korban Jadi ‘Samsak Hidup’ Berulang Kali
Penderitaan RAL tidak terjadi sekali dua kali. Setelah dilarikan ke rumah sakit, hasil rontgen medis menunjukkan adanya banyak sekali bekas luka lama dan baru di bagian dalam tubuh korban. Wakil Ketua Satgas KOMANDO Batam, Okka, membeberkan bahwa korban kerap dicakar di pipi, dipukul menggunakan kayu serta sapu, hingga tubuhnya dipenuhi bekas sundutan rokok.
5. Motif Pelaku Sangat Sepele, Hanya karena Korban Asyik Bermain
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengungkapkan bahwa tersangka VJ tega menghajar anak tirinya secara brutal hanya dipicu emosi sesaat. VJ kesal karena saat disuruh mengasuh adiknya yang masih berumur 2 tahun, korban RAL justru sibuk bermain sendiri. Akibat amarah yang tidak masuk akal tersebut, pelaku langsung memukuli wajah korban hingga matanya bengkak selama 3 hari dan tidak bisa melihat.
6. Ditangani PPA dan Didampingi Psikolog di RSUD Embung Fatimah
Guna memulihkan trauma mendalam yang dialaminya, RAL saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam. Penanganan kasus kini telah diambil alih oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta melibatkan psikolog untuk memulihkan kondisi mental dan psikis anak yang terguncang hebat.











