BatamZona Headline

7 Fakta Memilukan Kasus Penganiayaan Bocah 9 Tahun oleh Ibu Tiri di Sagulung Batam

24
×

7 Fakta Memilukan Kasus Penganiayaan Bocah 9 Tahun oleh Ibu Tiri di Sagulung Batam

Share this article
kasus kekejaman ibu tiri terhadap anak di Sagulung Batam.
Kasus kekejaman ibu tiri terhadap anak di Sagulung Batam.
banner 468x60

3. Kondisi Fisik Korban Sangat Tragis Saat Dievakuasi

Saat berhasil diselamatkan, kondisi fisik bocah perempuan berusia 9 tahun itu benar-benar mengiris hati. Mata kanan RAL lebam membiru, tangan hingga kakinya penuh memar, dan rambut panjangnya tampak dipotong pendek secara asal-asalan hingga tak karuan oleh pelaku.

4. Hasil Rontgen Buktikan Korban Jadi ‘Samsak Hidup’ Berulang Kali

Penderitaan RAL tidak terjadi sekali dua kali. Setelah dilarikan ke rumah sakit, hasil rontgen medis menunjukkan adanya banyak sekali bekas luka lama dan baru di bagian dalam tubuh korban. Wakil Ketua Satgas KOMANDO Batam, Okka, membeberkan bahwa korban kerap dicakar di pipi, dipukul menggunakan kayu serta sapu, hingga tubuhnya dipenuhi bekas sundutan rokok.

BACA JUGA:  Hanya Sehari Setelah Viral, Pemkab Lingga Siapkan Dana Lunasi Tunggakan Asrama Bandung

5. Motif Pelaku Sangat Sepele, Hanya karena Korban Asyik Bermain

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengungkapkan bahwa tersangka VJ tega menghajar anak tirinya secara brutal hanya dipicu emosi sesaat. VJ kesal karena saat disuruh mengasuh adiknya yang masih berumur 2 tahun, korban RAL justru sibuk bermain sendiri. Akibat amarah yang tidak masuk akal tersebut, pelaku langsung memukuli wajah korban hingga matanya bengkak selama 3 hari dan tidak bisa melihat.

BACA JUGA:  Terancam 5 Tahun Penjara, Ini Pengakuan Ibu Tiri di Batam yang Tega Aniaya Anak 9 Tahun

6. Ditangani PPA dan Didampingi Psikolog di RSUD Embung Fatimah

Guna memulihkan trauma mendalam yang dialaminya, RAL saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam. Penanganan kasus kini telah diambil alih oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta melibatkan psikolog untuk memulihkan kondisi mental dan psikis anak yang terguncang hebat.