BatamLayanan PublikZona Headline

Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!

22
×

Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!

Share this article

Bukannya jernih, air kran di Batam belakangan ini justru bikin geleng-geleng kepala. Dari aroma bau anyir mirip kurungan ikan, warna hijau berlumut, hingga kesaksian horor warga yang menyebut airnya 'mirip air tanah kuburan' kini viral di media sosial. Tidak hanya soal warna, temuan cacing di dalam bak mandi warga di wilayah Marina pun mencuat ke permukaan. Ada apa dengan kualitas layanan PT Air Batam Hilir (ABH)?

Kondisi air di bak mandi warga yang kotor. (Foto: Grup Facebook Wajah Batam News)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kualitas layanan air bersih di bawah naungan PT Air Batam Hilir (ABH) kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Pantauan di berbagai forum media sosial, warga tak lagi sekadar mengeluh, namun mulai menunjukkan bukti-bukti memprihatinkan terkait kondisi air yang masuk ke rumah-rumah mereka.

Seorang warga bahkan menggambarkan kondisi air saat subuh dengan perumpamaan yang mengerikan. “Semenjak ganti pengelola air jadi bermacam-macam warna. Apalagi kalau subuh ngidupin air, kayak air tanah kuburan,” ungkap akun Azzahra Zahra di sebuah grup Facebook lokal Batam, Senin (27/4/2026).

BACA JUGA:  Babak Baru Sengketa Marchelia II: DPRD Batam Desak 4 Perusahaan Pengembang Segera Buka Data

Keluhan senada datang dari akun Lintar dan Weni. Mereka menyebutkan bahwa untuk mendapatkan air jernih, warga harus menyalakan kran sekecil mungkin. Jika tekanan tinggi, air yang keluar justru berwarna hijau, berlumut, dan mengeluarkan bau anyir seperti “air kurungan ikan”.

“Kuning bun, sekarang air PAM banyak dedak kotorannya. Kirain saya saja, nyuci baju mandi pun jadi tiga hari sekali,” tulis Weni mengeluhkan kondisi air yang kian menurun.

BACA JUGA:  Gandeng PLN, BP Batam Bangun PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara

Tak hanya soal warna, dampak kesehatan pun mulai dirasakan. Akun Roida Manurung menyebutkan bahwa air yang “butek” tersebut memicu kerontokan rambut yang parah. Sementara Yunita mengaku khawatir untuk menggunakan air kran untuk berkumur karena adanya serbuk menyerupai karat.