Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek! Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!
Gerbong Mutasi Polres Karimun Bergulir: Wakapolres Hingga 3 Kapolsek Resmi Berganti! Gerbong Mutasi Polres Karimun Bergulir: Wakapolres Hingga 3 Kapolsek Resmi Berganti!
Membongkar Dapur DC Pinjol: Mengapa Mereka Hobi Membuat Cerita Fiksi dan Dongeng di Grup-grup FB Batam dan Kota Lainnya? Membongkar Dapur DC Pinjol: Mengapa Mereka Hobi Membuat Cerita Fiksi dan Dongeng di Grup-grup FB Batam dan Kota Lainnya?
Belajar dari Kasus Carolein Parewang: Mengapa Verifikasi Penyewa Rental Mobil di Batam Kini Wajib Diperketat? Belajar dari Kasus Carolein Parewang: Mengapa Verifikasi Penyewa Rental Mobil di Batam Kini Wajib Diperketat?
Update Kasus Penggelapan Carolein Parewang: Dua Mobil Belum Ketemu, Polisi Lacak Aliran Uang Gadai Update Kasus Penggelapan Carolein Parewang: Dua Mobil Belum Ketemu, Polisi Lacak Aliran Uang Gadai

Keluhan Air Batam

Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!
Batam

Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!

27/04/202627/04/2026
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga
Kegiatan DPRD Kabupaten Lingga

Terpopuler

  • 1
    Drama Pilkada Natuna: Eks Bupati Wan Siswandi Tertipu Rp3 Miliar oleh Makelar Politik
    22/04/202622/04/2026 1707
  • 2
    Sudah 12 Hari Tak Pulang, Warga Bunguran Tengah Natuna Dilaporkan Hilang Misterius
    21/04/202621/04/2026 728
  • 3
    Buron! Ini Tampang Khumaidi Siroj, Pria yang Tipu Eks Bupati Natuna Rp3 Miliar
    22/04/202622/04/2026 627
  • 4
    Jembatan Marok Kecil Jadi Bancakan, Negara Tekor Rp738 Juta Gara-Gara Modus ‘Pinjam Bendera’
    25/04/202625/04/2026 612
  • 5
    Polda Kepri Gulung Jaringan Narkoba di Karimun: Mahasiswa Hingga Bandar Terpental dalam Operasi Maraton
    24/04/202624/04/2026 461
  • 6
    WFH ASN Natuna Berlaku Pekan Depan, Ini Daftar Instansi Pelayanan yang Tetap Wajib ‘Ngantor’
    20/04/202620/04/2026 407
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Gelombang kekecewaan warga Batam terhadap layanan Gelombang kekecewaan warga Batam terhadap layanan PT Air Batam Hilir (ABH) kian tak terbendung, hingga memunculkan tren perbandingan dengan pengelola terdahulu, PT Adhya Tirta Batam (ATB). Netizen secara terang-terangan memberikan "rating" buruk bagi pengelola saat ini, menyebut kualitas air di era ATB jauh lebih superior dan stabil. Sementara itu, PT ABH kini menjadi sasaran "rujak" warga di berbagai forum media sosial karena dinilai gagal menjaga standar kebersihan air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Bumi Madani.

Keluhan yang paling fatal muncul dari temuan warga yang mendapati air kran tidak hanya keruh, tetapi juga mengandung cacing dan larva. Di wilayah Marina dan sekitarnya, air yang mengalir dilaporkan berwarna kuning kecokelatan mirip air rawa, berbau anyir, hingga menyisakan sedimen karat yang berbahaya bagi kesehatan. Kondisi ini memaksa pelanggan untuk mengeluarkan biaya ekstra demi membeli filter air atau air galon, sebuah pemandangan yang diklaim warga sangat jarang terjadi di masa kejayaan pengelolaan air sebelumnya.

Merespons degradasi kualitas ini, warga menagih komitmen BP Batam dan PT ABH agar tidak hanya pandai menaikkan tarif atau melakukan penyesuaian administratif, tetapi juga menjamin air yang sampai ke rumah warga layak konsumsi. Jeritan warga yang merasa "dijajah" oleh kualitas air yang buruk ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap PT ABH sedang berada di titik nadir. Jika tidak segera dibenahi, narasi "gagal move on" dari kualitas bintang lima di masa lalu akan terus menjadi rapor merah bagi manajemen air Batam saat ini.

Selengkapnya di Gudangberita.co.id

#batam #batamhits #batamhits_ #abhbatam #atb
Aksi teror digital yang dilakukan oleh oknum debt Aksi teror digital yang dilakukan oleh oknum debt collector (DC) pinjaman online kini telah bergeser dari sekadar intimidasi telepon menjadi strategi "pembunuhan karakter" yang sistematis di grup-grup Facebook Batam. Modus ini dilakukan dengan menciptakan narasi fiksi yang sangat provokatif, mulai dari tuduhan perselingkuhan hingga penipuan gaji karyawan, guna memancing amarah netizen. Dengan menggunakan akun anonim, para penagih utang ini sengaja meramu "dongeng" yang menjijikkan agar korban mendapatkan sanksi sosial maksimal, yang diharapkan dapat memaksa mereka membayar utang demi menghentikan kegaduhan di ruang publik.

Strategi kotor ini tidak hanya berhenti pada fitnah tulisan, tetapi juga melibatkan penyebaran foto-foto pribadi anggota keluarga, termasuk anak dan istri, yang diambil secara ilegal dari media sosial. Di kota lain seperti Sleman, kegilaan modus ini bahkan mencapai tahap yang membahayakan nyawa dengan membuat laporan darurat palsu untuk menjebak petugas ambulans dan pemadam kebakaran. Petugas dipaksa mendatangi rumah debitur agar DC bisa menyusup dan melakukan penagihan di tengah kerumunan, sebuah taktik manipulatif yang menunjukkan bahwa para penagih ini telah kehilangan akal sehat dan empati demi mengejar target tagihan.

Fenomena ini membuktikan bahwa dapur operasional DC pinjol kini lebih mengandalkan kekuatan hoaks dan cyberbullying sebagai senjata utama mereka. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing dan menjadi "hakim media sosial" atas postingan yang tidak jelas sumbernya, karena fitnah digital yang disebar akun-akun anonim tersebut hanyalah skenario settingan untuk menghancurkan reputasi seseorang. Penegakan hukum yang tegas melalui UU ITE sangat diperlukan untuk memberantas jaringan akun samaran ini, mengingat dampak psikologis dan sosial dari fitnah tersebut bisa jauh lebih merusak daripada sekadar kerugian materiil.

#batam #batamhit #batamhits_ #pinjol
Seorang pengusaha rental di Batam berinisial A (31 Seorang pengusaha rental di Batam berinisial A (31) kini harus menanggung kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah setelah tiga unit mobil miliknya digelapkan oleh seorang penyewa berinisial Carolein Parewang (34). Korban menceritakan bahwa kejadian ini bermula dari prosedur penyewaan resmi yang awalnya berjalan normal, namun berubah menjadi mimpi buruk saat unit-unit kendaraan tersebut justru digadaikan pelaku kepada pihak lain. Aksi nekat ini membuat korban kehilangan aset berharga yang selama ini menjadi tumpuan usahanya.

Rasa frustrasi korban memuncak ketika menyadari bahwa perangkat GPS pada unit Honda Brio dan Daihatsu Xenia miliknya dinonaktifkan secara sengaja oleh pelaku pada 4 April 2026. Meski satu unit Toyota Calya berhasil ditarik kembali setelah ditemukan di tangan pihak ketiga, dua mobil lainnya hingga kini masih raib dan belum diketahui keberadaannya. Korban mengaku terpukul dengan modus pelaku yang menggunakan alasan orang tua sakit untuk memancing empati saat menggadaikan unit tersebut, sebuah manipulasi yang melenyapkan modal usaha dalam waktu singkat.

Kini, pengusaha tersebut hanya bisa berharap pada proses hukum yang sedang berjalan di Satreskrim Polresta Barelang untuk menemukan kembali asetnya yang tersisa. Kasus ini menjadi pukulan telak bagi keberlangsungan bisnisnya di tengah persaingan usaha yang ketat di Batam. Melalui laporan kepolisian ini, korban berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal dan masyarakat, terutama sesama pengusaha rental, lebih waspada agar tidak terjebak oleh tipu muslihat penyewa yang tidak bertanggung jawab.

#batam #batamhits_ #batamhits #batamisland #rentalmobil
DPRD Kota Batam menegaskan bahwa penundaan pengesa DPRD Kota Batam menegaskan bahwa penundaan pengesahan Ranperda tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) dalam rapat paripurna pada Jumat, 24 April 2026, merupakan langkah strategis demi menjamin kualitas payung hukum. Meskipun Panitia Khusus (Pansus) telah merampungkan pembahasan materi sejak dibentuk Januari lalu, pimpinan dewan memilih untuk tidak terburu-buru melakukan pengetukan palu. Sikap ini diambil guna memastikan bahwa setiap pasal yang disusun memiliki legitimasi yang kuat dan tidak cacat secara hukum di kemudian hari.

Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menjelaskan bahwa saat ini Ranperda tersebut sedang dalam tahap fasilitasi oleh Gubernur melalui Biro Hukum Setdaprov Kepri. Sesuai dengan Permendagri Nomor 80 Tahun 2016, proses ini bersifat wajib sebagai bentuk verifikasi agar aturan daerah tidak bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi. Dengan menunda pengambilan keputusan hingga Mei 2026, DPRD memberikan ruang bagi sinkronisasi aturan yang lebih matang pasca konsultasi dengan Kemendagri dan studi banding ke Yogyakarta.

Langkah penuh kehati-hatian ini mendapat dukungan bulat dari seluruh anggota dewan serta Pemerintah Kota Batam yang diwakili oleh Sekda Firmansyah. Kehadiran unsur Forkopimda dan perwakilan BP Batam dalam rapat tersebut mempertegas bahwa Perda LAM bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen krusial bagi tatanan sosial di Batam. Penundaan singkat ini dipandang perlu agar saat disahkan nanti, Perda LAM benar-benar menjadi landasan hukum yang sakral dan kokoh dalam menjaga marwah adat Melayu.

#batam #batamhits #batamhits_ #dprdbatam
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer