BatamLayanan PublikZona Headline

Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!

22
×

Warga Batam Bandingkan Kualitas Air PT ABH dengan Era ATB: Dulu Jernih, Sekarang Butek!

Share this article

Bukannya jernih, air kran di Batam belakangan ini justru bikin geleng-geleng kepala. Dari aroma bau anyir mirip kurungan ikan, warna hijau berlumut, hingga kesaksian horor warga yang menyebut airnya 'mirip air tanah kuburan' kini viral di media sosial. Tidak hanya soal warna, temuan cacing di dalam bak mandi warga di wilayah Marina pun mencuat ke permukaan. Ada apa dengan kualitas layanan PT Air Batam Hilir (ABH)?

Kondisi air di bak mandi warga yang kotor. (Foto: Grup Facebook Wajah Batam News)
banner 468x60

Kondisi lebih ekstrem dilaporkan terjadi di wilayah Marina. Desima Sitorus mengungkapkan bahwa air di wilayahnya tidak hanya kuning, namun terkadang ditemukan cacing di dalamnya.

Kondisi ini memicu warga untuk saling berbagi “tips bertahan hidup”. Netty, salah satu warga, menyarankan agar warga hanya membuka kran air sedikit saja agar kotoran dan endapan di pipa tidak ikut tersedot ke dalam bak mandi.

BACA JUGA:  Bougenville Is Coming! Jalanan Batam Siap-Siap Jadi Estetik Kayak Vibes Drakor

Menurunnya kualitas air ini membuat sebagian warga mulai bernostalgia dan membandingkan kinerja PT ABH dengan pengelola sebelumnya, Adhya Tirta Batam (ATB).

“Kalau menurutku ATB sih air di rumahku dulu bersih jernih, sekarang berwarna,” ujar Sugiarti, senada dengan banyak warga lainnya yang merasa standar air bersih di Batam mengalami degradasi sejak peralihan pengelolaan.

BACA JUGA:  Hari Pertama Kerja, Amsakar Soroti Tanaman Layu hingga Janji Proyek Air Sei Ladi Rampung Agustus

Meskipun beberapa wilayah seperti Batam Center dan Sekupang dilaporkan masih dalam kondisi normal, namun “jeritan” warga dari berbagai pelosok Batam ini menjadi alarm keras bagi PT ABH dan BP Batam selaku pemegang regulasi untuk segera melakukan pembenahan total sebelum krisis kepercayaan publik semakin meluas.

Pihak redaksi sedang berusaha meminta konfirmasi atau tanggapan resmi dari manajemen PT ABH/Moya