Gudangberita.co.id, Batam– Pernahkah Anda melihat postingan viral di grup Facebook (FB) Batam yang menuduh seseorang berselingkuh, melarikan uang perusahaan, hingga menelantarkan anak istri? Jangan langsung percaya.
Di balik narasi “panas” tersebut, sering kali tersembunyi tangan dingin oknum debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) yang sedang menjalankan misi penghancuran karakter.
Fenomena ini bukan lagi sekadar penagihan utang biasa, melainkan sebuah metode sistematis yang sengaja diciptakan untuk menciptakan tekanan sosial maksimal. Mengapa mereka lebih memilih membuat “dongeng” fiksi daripada menagih secara formal? Redaksi Gudangberita.co.id mencoba membedah taktik kotor ini.
Tujuan utama para DC menggunakan cerita fiksi seperti perselingkuhan atau penggelapan gaji karyawan adalah untuk memancing amarah netizen. Mereka paham betul psikologi warga medsos yang gemar menghujat tanpa verifikasi.
Dengan menggunakan akun anonim, DC menyebar foto korban beserta anggota keluarganya ke grup-grup besar. Saat netizen mulai memberikan sumpah serapah di kolom komentar, di situlah DC merasa menang.
Harapannya, korban yang sudah hancur nama baiknya akan merasa terpojok secara mental dan terpaksa membayar utang demi menghentikan kegaduhan tersebut.











