Gudangberita.co.id, Karimun – Suasana di pemakaman Liana alias Lili (35) pada Minggu (19/04) siang menyisakan pemandangan yang menyayat hati siapa pun yang melihatnya. Di tengah gundukan tanah merah yang masih basah, sosok sang suami berdiri dengan kondisi yang memprihatinkan.
Kepalanya masih terbalut perban putih dengan kapas yang menonjol, bekas luka hantaman keras dalam kecelakaan maut di Coastal Area beberapa jam sebelumnya.
Pria yang baru saja kehilangan belahan jiwanya itu tampak tak mempedulikan rasa perih pada luka-lukanya. Dengan langkah gontai, ia berdiri di sisi liang lahat sambil mendekap erat salah satu buah hatinya. Tatapan matanya kosong, menatap nisan sang istri yang pergi begitu cepat akibat kelalaian seorang pengemudi mabuk.
Pemandangan ini menjadi simbol kepiluan yang mendalam bagi warga Karimun. Sang suami harus menjalankan tugas terberatnya: menjadi ayah sekaligus ibu dalam sekejap, sembari menahan sakit fisik akibat benturan minibus yang menghantam keluarga kecil mereka saat sedang menikmati Minggu pagi di Tugu MTQ.
Ketabahan sang suami semakin membuat haru para pelayat saat diketahui kedua anak mereka yang masih berusia 3 dan 8 tahun juga menjadi korban. Salah satu anaknya dikabarkan mengalami retak tulang kaki dan harus menjalani perawatan.








