Dalam potret yang beredar di media sosial, terlihat sang suami menggendong anaknya dengan kaki yang juga terluka saat jenazah istrinya disemayamkan di rumah duka.
Tidak ada lagi tawa ceria dalam foto keluarga berbaju kurung kuning yang sempat viral; yang tersisa hanyalah balutan perban dan isak tangis yang tertahan.
“Pilu sekali melihat suaminya mengantar jenazah istri dengan kondisi kepala diperban. Meninggalkan dua anak yang masih sangat kecil,” tulis salah satu kerabat di media sosial dengan emotikon menangis.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang bahaya berkendara di bawah pengaruh alkohol. Sementara sang suami harus berjuang memulihkan luka fisik dan trauma psikologis anak-anaknya, pengemudi maut, M. Ghalih (24), kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Masyarakat Karimun berharap ada keadilan yang nyata bagi keluarga Lili. Sebab, perban di kepala sang suami mungkin akan segera dilepas seiring sembuhnya luka, namun lubang di hati karena kehilangan sosok istri dan ibu bagi anak-anaknya akan berbekas selamanya.








