AnambasPeristiwa

Investigasi Keracunan Massal Anambas: Mengapa Menu Makan Gratis MBG Bisa Jadi Racun?

224
×

Investigasi Keracunan Massal Anambas: Mengapa Menu Makan Gratis MBG Bisa Jadi Racun?

Share this article
Makanan MBG
Makanan MBG. (Ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Anambas– Harapan akan peningkatan gizi melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi petaka kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Sebanyak 153 orang dilaporkan tumbang dan dilarikan ke fasilitas medis pada Rabu (15/4/2026), memicu pertanyaan besar: Bagaimana program nasional yang dirancang untuk kesehatan justru berakhir menjadi racun bagi ratusan pelajar?

BACA JUGA:  Petaka Makan Siang di Anambas: Ratusan Pelajar Keracunan, Lansia Ikut Jadi Korban

Insiden ini bukan sekadar masalah medis biasa, melainkan tamparan bagi standar keamanan pangan di wilayah kepulauan. Korban yang terdiri dari pelajar TK hingga SMP di Desa Air Asuk, Desa Air Sena, dan Air Nangak, mengalami gejala keracunan serentak usai menyantap jatah makan siang mereka.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan intensif untuk menemukan titik lemah dalam rantai distribusi makanan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Feri Oktavia, mengonfirmasi bahwa sampel makanan telah diambil untuk uji laboratorium.

BACA JUGA:  Jasad Nusyirwan Ditemukan 3 Hari Setelah Terjun dari Jembatan 5 Barelang, Operasi SAR Ditutup

“Kami memastikan tidak ada korban fatal, namun investigasi tetap berjalan. Fokus kami adalah mengetahui apakah kontaminasi terjadi pada bahan baku, proses pengolahan yang tidak higienis, atau saat distribusi menuju sekolah-sekolah di Kecamatan Siantan Tengah,” ujar Feri.