Gudangberita.co.id, Anambas– Harapan akan peningkatan gizi melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi petaka kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Sebanyak 153 orang dilaporkan tumbang dan dilarikan ke fasilitas medis pada Rabu (15/4/2026), memicu pertanyaan besar: Bagaimana program nasional yang dirancang untuk kesehatan justru berakhir menjadi racun bagi ratusan pelajar?
Insiden ini bukan sekadar masalah medis biasa, melainkan tamparan bagi standar keamanan pangan di wilayah kepulauan. Korban yang terdiri dari pelajar TK hingga SMP di Desa Air Asuk, Desa Air Sena, dan Air Nangak, mengalami gejala keracunan serentak usai menyantap jatah makan siang mereka.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan intensif untuk menemukan titik lemah dalam rantai distribusi makanan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Feri Oktavia, mengonfirmasi bahwa sampel makanan telah diambil untuk uji laboratorium.
“Kami memastikan tidak ada korban fatal, namun investigasi tetap berjalan. Fokus kami adalah mengetahui apakah kontaminasi terjadi pada bahan baku, proses pengolahan yang tidak higienis, atau saat distribusi menuju sekolah-sekolah di Kecamatan Siantan Tengah,” ujar Feri.













