NatunaZona Headline

Lawan Kekeringan, Pesawat Modifikasi Cuaca Cessna Grand Caravan Disiagakan di Langit Natuna

139
×

Lawan Kekeringan, Pesawat Modifikasi Cuaca Cessna Grand Caravan Disiagakan di Langit Natuna

Share this article
Pesawat modifikasi cuaca Cessna Grand Caravan milik BNPB saat disiagakan di Lanud Raden Sadjad Natuna untuk operasi hujan buatan.
Pesawat modifikasi cuaca Cessna Grand Caravan milik BNPB saat disiagakan di Lanud Raden Sadjad Natuna untuk operasi hujan buatan.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna mulai mengerahkan “senjata” udara untuk mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan ekstrem yang mulai melanda wilayah perbatasan.

Sebuah pesawat modifikasi cuaca jenis Cessna Grand Caravan resmi disiagakan di Lanud Raden Sadjad untuk melakukan operasi hujan buatan, Senin (30/03/2026).

Langkah strategis ini ditinjau langsung oleh jajaran Forkopimda Natuna guna memastikan kesiapan sarana pemadam udara milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut berada dalam kondisi optimal.

BACA JUGA:  Menanti 15 Tahun Jalur Reguler, Wali Kota Batam Amsakar Achmad Pamit Haji dan Titipkan Pemerintahan ke Li Claudia Chandra

Berbeda dengan penanganan konvensional, pengerahan pesawat Cessna Grand Caravan ini difokuskan pada upaya mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat ini bertugas menyemai awan di langit Natuna untuk memancing turunnya hujan di titik-titik rawan api dan wilayah yang mengalami krisis air baku.

Danlanud Raden Sadjad menegaskan komitmen penuh TNI AU dalam mendukung operasi udara ini. Selain pesawat modifikasi cuaca, satu unit helikopter water bombing juga telah standby untuk melakukan pemadaman cepat jika titik api muncul di area yang sulit dijangkau jalur darat.

BACA JUGA:  Dinilai Kurang Proporsional, Orang Tua Calon Siswa di Kepri Persoalkan Sistem Kelulusan SPMB

“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan. Kami memastikan dukungan udara, baik dalam bentuk water bombing maupun modifikasi cuaca, siap beroperasi sewaktu-waktu untuk menghadapi potensi Karhutla,” tegas Danlanud Raden Sadjad di sela peninjauan.