Tak hanya di udara, kesiapan armada darat berupa mobil pemadam kebakaran dan kendaraan logistik juga diperkuat di sejumlah posko rawan. Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna mengingatkan bahwa kecanggihan alat harus dibarengi dengan koordinasi yang solid antar instansi seperti BPBD, BMKG, Basarnas, hingga Pemadam Kebakaran.
Di sisi lain, aspek hukum tetap menjadi perhatian serius. Kejaksaan Negeri dan Polres Natuna menegaskan tidak akan segan menindak tegas pelaku pembakaran lahan secara sengaja, sembari terus memperkuat pengawasan di lapangan.
Kepala BMKG dan BPBD yang turut hadir dalam peninjauan menekankan bahwa operasi modifikasi cuaca ini sangat krusial mengingat intensitas panas yang terus meningkat. Dengan “menjemput” hujan lebih awal melalui teknologi, diharapkan elevasi air di sumber-sumber cadangan tetap terjaga dan lahan gambut tetap basah, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini.













