Namun, kendala besar menghadang pemindahan ini. Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths, mengungkapkan kekhawatirannya di media sosial: “Jeratan bagi penduduk sipil Gaza semakin ketat. Bagaimana 1,1 juta orang dapat dipindahkan melintasi zona perang yang padat penduduknya dalam waktu kurang dari 24 jam.”
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, juga memperingatkan bahwa pemindahan paksa ini bisa mengulangi peristiwa tahun 1948, ketika ratusan ribu warga Palestina melarikan diri dan diusir dari wilayah yang sekarang menjadi Israel.
Gaza saat ini adalah salah satu tempat terpadat di dunia, dan saat ini tampaknya tidak ada jalan keluar yang jelas. Selain blokade Israel, Mesir juga menolak permintaan untuk membuka perbatasannya dengan Gaza, sehingga memperparah situasi krisis yang telah berlangsung lama.












