BatamZona Headline

Walhi Ungkap Investasi di Rempang Belum Jelas: Untuk Apa Pemerintah Ngotot?

507
×

Walhi Ungkap Investasi di Rempang Belum Jelas: Untuk Apa Pemerintah Ngotot?

Share this article
Unjuk rasa masih dilakukan Warga di Sembulang 26 Mei 2024 menolak direlokasi dari tempat tinggal mereka untuk proyek strategis nasional Rempang Eco City. (Foto: ist)
banner 468x60

Dikatakannya, pemerintah berambisi untuk tetap melanjutkan pengembangan Rempang Eco-City. “Tidak hanya akan mengusir dan merampas hak masyarakat adat dan tempatan Pulau Rempang namun juga akan turut berpotensi menghancurkan sumber penghidupan masyarakat yang mayoritas bergantung pada laut dan kebun. Apalagi hasil pertanian, peternakan, dan laut masyarakat selama ini juga telah menyumbang sebagian besar sumber pangan untuk Kota Batam,” tukasnya.

BACA JUGA:  Wujudkan Kepedulian Sosial, Karang Taruna Kota Batam Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Ia meminta pemerintah berpikir ulang untuk menjadikan Rempang jadi kawasan industri dan perdagangan, karena selama ini hasil pertanian dan laut masyarakat Rempang telah berkontribusi besar untuk kebutuhan pangan di Kota Batam.

BP Batam: warga sudah membuka diri

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, warga yang terdampak rencana investasi Rempang Eco-City perlahan mulai membuka diri.

BACA JUGA:  Ketika Lubang Jalan Batam Jadi 'Bumbu' Romantisme Riding Vespa Para Petinggi BP dan Pemko

Hal ini dikatakannya tidak terlepas dari upaya BP Batam yang selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis terhadap warga.

Dengan harapan, program strategis nasional ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

“BP Batam berkomitmen untuk menyelesaikan program Rempang Eco-City. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar di Rempang pun menjadi atensi kami agar rencana investasi ini bisa berjalan maksimal,” ujar Tuty.