Nyawa Mursalim nyaris melayang usai dimangsa buaya saat hendak salat subuh, Kamis (7/11/2024) lalu.
Ketika itu ia berada di jamban yang berada di pinggir sungai. Kebasan ekor buaya membuatnya jatuh. Saat itu ia diterkam. Beruntung ia bisa selamat.
Buaya tersebut kabur saat melihat cahaya senter usai diketahui tetangganya.
“Ada sejumlah luka robek. Yang jelas tangannya patah dan saat ini perlu dirawat lebih lanjut. Mungkin akan dirujuk ke luar daerah. Tapi itu nanti tergantung keluarga,” ucap Tarmizi.
Saat serangan buaya itu, korban Abdul Musalim siangnya seharusnya menjalani pelantikan sebagai anggota KPPS di Desa Sedanau Timur.
Namun nasib nahas menimpanya membuat hal itu batal. Ia justru harus menjalani perawatan intensif.
“Nasib nahas memang tidak bisa kita kira. Yang jelas kami kini berusaha menangkap buaya yang ada di sekitar lokasi. Jumlahnya tentu lebih dari satu. Kita tak ingin ada kejadian serupa,” kata Tarmizi lagi.













