Bahkan Keisha juga harus rela kehilangan kasih sayang dari ayahnya atau suami Putri (almarhum ibunya), Mindo Tampubolon yang menjadi korban dugaan praktek peradilan sesat. Dimana Mindo seorang polisi berpangkat AKBP alumni Akpol 1995 itu malah disimpulkan jadi otak pembunuhan sang istri.
Kejadian itu bermula saat Mindo mendapati hilangnya Istri Putri, dan Anak perempuan semata wayangnya, Keshia serta pembantunya Rosma yang telah hilang pada Jumat 24 Juni 2011 silam. Bahkan mobil miliknya, Nissan X-Trail warna hitam bernomor polisi BP 24 PM, juga raib.
“Malam itu juga, Mindo melaporkan hilangnya istri dan anaknya ke Polresta Barelang, Polda Kepri sebagai orang hilang. Dengan adanya laporan itu, pencarian dimulai melibat sejumlah jajaran kepolisian,” ujarnya.
Sehari setelahnya atau Sabtu (25 Juni 2011) tengah malam, Mindo mendapat kabar dari rekan sesama polisi bahwa anaknya Keisha telah ditemukan di Hotel Bali, di kawasan Jodoh, kamar 206 dalam keadaan selamat.
“Anaknya berhasil dibebaskan dari penculikan yang dilakukan oleh pembantunya Rosma dan pacarnya, Ujang,” bebernya.
Setelah didesak untuk memberi tahu keberadaan istrinya, kata Sugeng, akhirnya Ujang mengaku telah membunuh Putri dan membuang mayatnya di kawasan hutan di Telaga Punggur, hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pelabuhan domestik Telaga Punggur.













