Saat itu Bunga diminta membantu menggotong tubuh dr Tetty. Diakui Bunga saat itu dr tetty masih bernafas. Ia melihat Yuda mengikat dr Tetty.
Polisi sebelumnya menyebut, jika Yuda menyuruh Bunga mengambil ember berisikan air. Gunanya ternyata, untuk memasukkan kepala dr Tetty ke dalam air tersebut.
“Aku tahu saat itu dia belum meninggal. Aku langsung pulang ke tempat ku sendiri,” ucapnya.
Saat ia akan pulang ke Sumut dengan kapal, Bunga mengatakan tak diantar Yuda. Hanya saja ia mengaku diberi uang Rp 6 juta. Bunga membantah itu uang bayaran.
“Aku pas mau pulang (ke Sumut) dikasih uang Rp 6 juta. Kan wajar aku masih istri dia. Kan itu bukan uang sogokan jadi berhak lah aku terima dari dia,” aku Bunga.
Cerita Yuda ke Bunga
Bunga mengaku jika Yuda menceritakan jika dia dari keluarga kaya.
“Katanya ke aku mamaknya jaksa. Dia menjalankan bisnis orangtuanya. Memang dia niat mau maju pilkada,” ucapnya
Bunga pun tidak mengetahui berita heboh kasus pembunuhan dr Tetty Rumondang.
Sementara itu, terkait rumah di Perumahan Mukakuning I tempat Yuda dan dr Tetty meninggal, ternyata dulunya dibeli Yuda bersama Bunga.
Bunga sendiri tak tinggal di rumah itu dan tinggal di tempat lain di Batuaji.
dr Tetty kemudian pindah di Batam karena menjadi dosen salah satu kampus keperawatan di Batam, AKPER Awal Bross. Ia yang menempati rumah tersebut












