PolitikZona Headline

Tim Prabowo Bersuara, Nilai Kemhan Era Prabowo ‘Digoreng’ Dua Lawan Debat: Ganjar 5, Anis 11/100

358
×

Tim Prabowo Bersuara, Nilai Kemhan Era Prabowo ‘Digoreng’ Dua Lawan Debat: Ganjar 5, Anis 11/100

Share this article
Debat Pilpres 2024 mempertemukan tiga capres, Minggu (7/1/2024) malam. (Foto: Kompas TV)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Debat seru calon presiden terjadi Minggu (7/1/2024) malam. Capres nomor urut 2, Prabowo pun tampak menjadi bulan-bulanan dua lawan debatnya, Capres 1 Anies Baswedan dan Capres 3 Ganjar Pranowo.

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, bahkan memberikan nilai 11 dari 100 untuk kinerja Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang dipimpin Prabowo Subianto, yang juga capres nomor urut 2.

BACA JUGA:  Bakal Impor Minyak Rusia? Menteri ESDM: Amerika Saja Sudah Membuka Diri

Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut Anies melecehkan TNI atas penilaian tersebut.

“Kalau menurut saya dia melecehkan dirinya sendiri, melecehkan TNI kita, melecehkan keluarga TNI kita seolah olah-oleh memang itu tanggung jawab dia,” kata Fadli dalam Adu Perspektif spesial debat Pilpres 2024 yang diselenggarakan detikcom dan Total Politik di gedung Kemenpora, Minggu (7/1/2024).

BACA JUGA:  Nasib Apes Komisi IV: Perusahaan di Batam Ini Berani Bikin Rombongan DPRD 'Ngemper' di Jalan Gara-Gara Tak Dibukain Pintu

Fadli menyebut Anies mencari-cari kelemahan lawan dalam debat tersebut. Namun, penilaian Anies untuk kinerja Kemenhan era Prabowo ini sebagai blunder.

“Jadi jangan hanya gara-gara debat pilpres berusaha mencari kelemahan titik lawan, tapi kemudian akhirnya melecehkan pertahanan kita sendiri dengan keadaan kita yang sekarang, itu akan merugikan, nggak akan dipilih itu oleh keluarga besar TNI,” ucap Fadli.

BACA JUGA:  Gedor Modal Usaha, Pemko Batam dan BRK Syariah Guyur Subsidi Margin untuk UMKM Naik Kelas

Seperti diketahui, Anies memberikan nilai 11 dari 100 untuk kinerja Kemhan yang dipimpin Prabowo Subianto, yang juga capres nomor urut 2. Penilaian diberikan atas dasar kesejahteraan prajurit TNI yang dinilai Anies tidak dipikirkan oleh Kemhan.