“Nelayan tidak berani melaut karena takut serangan buaya. Akibatnya, banyak yang kehilangan penghasilan harian,” ujar Muslimin, Selasa (14/1/2025).
Selain itu, HNSI tengah mempersiapkan langkah hukum bersama penasihat hukum PERADI Kota Batam untuk menuntut pertanggungjawaban perusahaan.
Tokoh masyarakat Melayu Pulau Labu, Amir, juga mengimbau warga sekitar Pulau Bulan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Amir tokoh melayu di Pulau Labu meminta warga waspada. “Saya Pak Amir tokoh Melayu Pulau Labu meminta kepada tokoh Melayu Pulau Air, Pulau Seraya, Pulau Temoyong, Pulau Aweng, Pulau Selat Nenek, P Cengkui, Pulau Jaloh, Pulau Pecung, Pulau Lintang, Pulau Kebam, Pulau Buluh dan pulau sekitar, saya minta dengan kawan-kawan, kita minta PT di Pulau Bulan harus bertanggung jawab karena sudah buat masyarakat resah dan takut untuk kerja nelayan,” ujarnya di media sosial.
Aparat kepolisian bersama pihak BBKSDA Riau terus melakukan patroli malam untuk memastikan keselamatan warga dan menangkap dua ekor buaya yang masih berkeliaran.
Pulau Bulan: Pusat Penangkaran dengan 800 Buaya
Pulau Bulan dikenal sebagai lokasi penangkaran buaya yang dikelola oleh PT Perkasa Jagat Kurnia (PJK). Insiden ini menambah kekhawatiran terhadap pengelolaan fasilitas yang menampung sekitar 800 ekor buaya tersebut.













