BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Tangisan Guru Honorer di Lantai DPRD Batam: Belasan Tahun Mengabdi, Namun Tergusur “Anak Kemarin Sore”

1743
×

Tangisan Guru Honorer di Lantai DPRD Batam: Belasan Tahun Mengabdi, Namun Tergusur “Anak Kemarin Sore”

Share this article
Sejumlah guru honorer Pemko Batam lesu sambil tidur-tiduran di lantai DPRD Batam, usai rapat dengar pendapat, Rabu (7/1/2024). (Foto: tangkapan layar)
banner 468x60

“Kami hanya ingin keadilan. Masa kerja panjang kami tidak dihargai. Kami tak tahu harus berharap ke siapa lagi,” ujar salah satu guru dengan mata berkaca-kaca.

Rencana Perjuangan ke DPR RI

Meski pulang dengan hati hancur, para guru honorer tak berniat menyerah. Mereka merencanakan langkah lebih jauh dengan membawa permasalahan ini ke tingkat DPR RI.

BACA JUGA:  Dekat dengan Warga, Kabidpropam Polda Kepri Gelar Program 'Ngos-Ngosan' Serap Aspirasi Masyarakat Kampung Tua

“Kami akan audiensi ke Jakarta. Kami ingin suara kami didengar. Belasan tahun mengabdi tidak bisa begitu saja diabaikan,” kata Maryuliansyah dengan nada tegas.

Di tengah semua hiruk-pikuk ini, satu hal yang terasa begitu ironis adalah bagaimana profesi guru—yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa—sering kali menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak.

BACA JUGA:  Bawa Spirit 'DNA Pejuang', PWI Kepri Resmi Dilantik dan Siap Perkuat Sinergi Daerah

Kesah guru honorer di DPRD Batam adalah simbol dari pengabdian panjang yang tak dihargai, janji-janji yang tak terpenuhi, dan sistem yang tak memberikan tempat bagi mereka yang telah bertahun-tahun mencurahkan tenaga dan waktu demi pendidikan generasi bangsa.

Namun, harapan masih ada. Perjuangan para guru ini bukan hanya soal nasib mereka, tetapi juga soal bagaimana bangsa ini memandang dan menghargai pengabdian. Mereka yang mengajar dengan hati tidak seharusnya diabaikan.

BACA JUGA:  KIKA Soroti Dugaan Pemadaman Sinyal dan Listrik Saat Penggusuran Lahan di Rempang