harris
BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Tangisan Guru Honorer di Lantai DPRD Batam: Belasan Tahun Mengabdi, Namun Tergusur “Anak Kemarin Sore”

1751
×

Tangisan Guru Honorer di Lantai DPRD Batam: Belasan Tahun Mengabdi, Namun Tergusur “Anak Kemarin Sore”

Share this article
Sejumlah guru honorer Pemko Batam lesu sambil tidur-tiduran di lantai DPRD Batam, usai rapat dengar pendapat, Rabu (7/1/2024). (Foto: tangkapan layar)
banner 468x60

LANTAI dingin ruang DPRD Batam menjadi saksi bisu kekecewaan yang teramat dalam dari sejumlah guru honorer, Senin (7/1/2025).

Tubuh mereka terkulai, bersandar tanpa daya setelah rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV yang mereka harapkan membawa keadilan justru meninggalkan luka. Keluhan memenuhi ruangan, melukiskan perjuangan panjang yang seolah tak dihargai.

BACA JUGA:  Nikmati Akhir Pekan Spesial, Harris Hotel Batam Center Luncurkan Promo "Saturday Night Grill: All You Can Eat Buffet & Live Cooking"

Di antara mereka, ada Maryuliansyah, seorang guru honorer pemko yang telah mengabdi selama 18 tahun. “Kami kalah bersaing dengan honorer BOS yang baru setahun mengabdi. Masa kerja kami lebih lama, tapi hasilnya tak ada yang memihak.”

Janji yang Tak Tertunaikan

Awalnya, para guru honorer pemko dijanjikan afirmasi 100 persen dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, dalam perjalanan, kebijakan berubah. Honorer dari dana BOS—yang belum lama bekerja—ikut bersaing dalam seleksi dengan posisi setara.

BACA JUGA:  Mutasi Besar-Besaran di Polda Kepri: 475 Personel Bergeser, Ini Daftar Lengkap Pejabat & Perwira yang Dirotasi

“Janji afirmasi itu lenyap begitu saja. Kami dipaksa bersaing dengan mereka yang bahkan baru satu-dua tahun mengajar,” ujar Maryuliansyah.

Beban kerja yang berat selama bertahun-tahun juga menjadi bagian dari keluhan mereka. “Tugas kami lebih banyak dibandingkan guru lain, tapi tetap saja, hasilnya tidak berpihak. Padahal wali kota Batam pernah menjanjikan pengangkatan PPPK di Engku Putri. Nyatanya, kami malah terpuruk,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat