Saat ditemukan, kata Ilham, kondisi tubuh Susi dalam keadaan utuh. Namun, di bagian kaki korban ditemukan bekas gigitan buaya.
“Korban lalu dibawa ke rumah mertua korban yang tidak jauh dari rumah korban untuk disemayamkan untuk selanjutnya dikuburkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ilham Harahap mengatakan peristiwa korban diterkam buaya itu terjadi Rabu (7/6) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban tengah mencuci pakaian di sungai Peranginan, Desa Teluk Binjai, Kecamatan Kualuh Hilir.
“Jam 09.30 WIB seperti biasanya si ibu ini mencuci baju. Informasi dari suaminya korban dalam keadaan hamil empat bulan,” kata AKP Ilham via detikSumut.
Usai diterkam buaya, korban lalu berteriak meminta tolong sambil memanggil suaminya yang saat itu tengah berada di rumah. Mendengar teriakan itu, suami korban langsung berlari untuk menolong istrinya.
“Tiba-tiba suami korban mendengar jeritan minta tolong, datanglah suaminya mengejar, masih dilihat suaminya itu istrinya lagi ditarik sama buaya,” ujarnya.
Ilham mengatakan suami korban sempat menarik bagian rambut korban untuk menolong istrinya dari terkaman buaya tersebut. Namun, nahas, korban dibawa oleh buaya tersebut hingga ke hilir sungai.
Setelah itu, suami korban meminta pertolongan masyarakat setempat. Tak lama, warga bersama sejumlah personel TNI/Polri serta petugas dari BKSDA dan SAR tiba di lokasi untuk mencari korban.
“Dari situ manggil masyarakatlah dia yang lain untuk mencari, Bhabinkamtibmas Koramil. Baru kita koordinasi dengan Pak Camat menghubungi BKSDA, tim SAR, turunlah semua di situ mencari,” jelas Ilham.
Ilham mengatakan pencarian terhadap korban sudah dilakukan sampai malam. Namun, pencarian terpaksa harus dihentikan karena hujan deras.
Selanjutnya: Warga belah perut buaya..













