Ia menambahkan, semangat wartawan pejuang menjadi sangat relevan di Natuna yang memiliki tantangan geografis dan dinamika sosial yang khas. Wartawan, kata Saibansah, harus tetap teguh pada kebenaran dan tanggung jawab profesi, meski menghadapi berbagai keterbatasan di daerah perbatasan.
PWI Kepri, lanjut Saibansah, terus berkomitmen meningkatkan kapasitas wartawan di daerah. Salah satunya melalui program pelatihan wawasan kebangsaan dan perbatasan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.
“Upaya ini tidak akan berhenti. Kami ingin menjadikan PWI sebagai rumah besar bagi seluruh wartawan, tempat belajar, memperkuat kemampuan menulis, dan menjaga marwah profesi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Saibansah juga mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan profesi wartawan yang bekerja di bawah perlindungan undang-undang.
“Undang-undang memberi kita hak untuk bertanya, menggali informasi, dan menyampaikan kebenaran kepada publik. Karena itu, kehormatan profesi ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia menegaskan, tugas wartawan bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerdaskan, mencerahkan, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pers yang beretika, independen, dan bertanggung jawab.













