Masyarakat mempertanyakan apakah standar layanan akan tetap setara dengan pasien non-BPJS, atau justru akan mengalami perubahan dengan prioritas layanan yang lebih condong ke pasien umum berbayar.
BP Batam menggandeng Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India dalam pengelolaan RSBP.
Kerjasama ini disebut sebagai bagian dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2024 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.
Meski bertujuan untuk meningkatkan layanan, publik skeptis apakah langkah ini akan lebih mengutamakan profit ketimbang akses kesehatan masyarakat luas.
“Walaupun nantinya akan dioperasikan oleh Mayapada, tapi pelayanan tetap sama seperti sebelumnya. Sama halnya dengan bandara dan pelabuhan, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat,” jelas Ariastuty.
Namun, dalam praktiknya, banyak kasus serupa di berbagai daerah di mana privatisasi rumah sakit menyebabkan peningkatan biaya layanan dan pelayanan yang berbeda antara pasien BPJS dan non-BPJS.
Pasien BPJS kini dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah mereka masih bisa menikmati layanan berkualitas tanpa biaya tambahan atau justru harus bersiap menghadapi batasan layanan yang lebih ketat?













