HukumKriminalNusantara

Rintihan Anak Sebelum Ditenggelamkan Ibu: Sakit Mah, Capek

2278
×

Rintihan Anak Sebelum Ditenggelamkan Ibu: Sakit Mah, Capek

Share this article
Nurhani bersama ayah dan adiknya ditangkap karena dugaan pembunuhan MR (13).
banner 468x60

Karena jarak antara rumah Nurhani dan kediaman ayah MR cukup jauh. Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar jembatan Cemprong, Kabupaten Indramayu, Nurhani ketakutan jika mantan suaminya marah dengan kondisi MR yang sudah penuh luka itu.

Dari sini, muncul niat Nurhani untuk membuang MR ke saluran irigasi. Tanpa banyak pertimbangan, Nurhani kemudian dengan kejinya membuang anak kandungnya itu meski sebetulnya kondisi MR masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA:  Cuma Butuh 4 Jam! Polsek Sekupang Gulung Penodong Ponsel di Pantai Cipta Land

“Dia (Nurhani) berpikir kalau saya dalam kondisi seperti ini, apa tanggapan dari mantan suaminya ya. Karena memang dia sudah bercerai. Jadi ada kekhawatiran dari tersangka si ibu kandung korban. Akhirnya terbesit akhirnya membuang korban ini ke aliran irigasi di Desa Bugis itu,” katanya.

Fahri menyebut saat dibuang ke irigasi, MR dalam kondisi hidup. Sepanjang perjalanan Nurhani kerap mendengar rintihan MR. “Korban ini sempat mengatakan mah sakit mah, mah ngantuk mah, capek mah,” kata Fahri menirukan suara MR.

BACA JUGA:  Saksi Ahli Bakal Beberkan Bukti Ilmiah Pembunuhan di Anambas dalam Sidang PN Natuna

“Pada saat dilempar pun kondisinya masih hidup ya,” lanjut Fahri.

Dari hasil autopsi ditemukan pasir pada saluran pernapasan MR “Yang kami dapatkan dari hasil autopsi memang ada pasir yang masuk ke dalam saluran pernapasannya diduga bisa mengakibatkan (tewasnya) si korban,” ungkapnya.