Dugaan polisi ini ternyata benar adanya. Sebelum menghabisi nyawa MR, korban sempat mengalami cekcok dengan keluarganya itu pada Rabu (3/10/2023) sekitar pukul 22.00 WIB.
Semuanya bermula saat MR yang sudah tidak sekolah tiba-tiba pulang lewat atap rumahnya. Kakek korban, Warim memergoki aksi cucunya dan mencoba menegur. Namun, justru korban tidak terima dan memukul Warim.
Kelakuan korban yang berani memukul kakeknya ini memang ia sudah dikenal sebagai anak yang badung. Dari sini, pemicu emosi yang dialami Nurhani itu muncul hingga nekat menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri.
Setelah tegurannya kepada MR tidak mempan, Warim akhirnya memukul kepala MR dengan menggunakan gergaji. Warim pun berteriak dan memanggil Nurhani, ibu MR. Nurhani kemudian mengadang dan membanting tubuh NR. Tak lama dari itu, Suganda yang merupakan paman korban tiba.
“Adiknya (Nurhani) si S (24) ini diminta untuk mengikat. Setelah diikat korban dibawa ke area dapur dan ke kamar,” kata Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (6/10/2023).
Nurhani yang sudah tidak tahan dengan kelakuan anaknya lalu meminjam motor tetangganya. Ia bermaksud mengantarkan MR ke rumah mantan suaminya di Indramayu. Saat itu juga, ia menaruh MR di bagian jok depan motor yang sudah ia siapkan.












