Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa kegiatan ini bukan ajang hiburan.
“Ini perwujudan cinta kita pada saudara-saudara yang sedang berjuang menghadapi bencana. Siapa pun boleh hadir, berdonasi, atau tampil,” tegasnya.
Dana yang terkumpul akan disalurkan langsung untuk mendukung pemulihan dan bantuan darurat bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Data terbaru BNPB per 3 Desember 2025 mencatat skala bencana makin mengkhawatirkan, 753 orang meninggal dunia, 650 orang hilang, 2.600 orang luka-luka, ribuan rumah dan fasilitas publik rusak, banyak wilayah masih terisolasi, akses darat terputus.
Tim SAR, relawan, dan BNPB terus melakukan pencarian, evakuasi, dan distribusi logistik meski menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem.
Acara MSSL bukan hanya panggung puisi; ia adalah seruan moral bahwa bencana bukan masalah lokal, tetapi persoalan kemanusiaan bersama.
Melalui seni, penyelenggara berharap dapat meningkatkan kesadaran publik tentang kondisi korban, menggerakkan masyarakat Batam untuk berdonasi, memperluas dukungan hingga ke komunitas seni regional, dan menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah.
Saibansah menegaskan, kehadiran penyair dan warga Batam adalah bukti bahwa empati bisa menjangkau jauh melampaui zona bencana.













