“Pemerinta mau buka (investasi), buka saja. Tapi hinterland tempat kami jangan ganggu gugat. Macam mana anak kami mau makan sekolah. Kami warga hinterland hidup selama ini banyak sebagai nelayan,” kata Juniah.
Ia pun yakin jika Kepala BP Batam, HM Rudi bisa memperjuangkan hak warga di Pulau Rempang-Galang.
“Pak Rudi sebenarnya orang baik, sangat perhatikan masyarakat. Tapi Pak Rudi itu kemarin tidak ada (duduk) bersama sesepuh setempat. Entah kita bertemu rapat macam mana lah. Beri tahu kampung kita ni ada orang luar negeri mau buka PT,” kata Juniah lagi.
“Hendak lalu ke sungai ladi. pak wali baek jadi sebutan dikenang orang sampai mati. Banyak orang menjual salad, salad dijual dalam kota. Pak wali orang berdaulat jangan lupa rakyat jelata,” pantun yang dituturkan nenek Juniah.
Sebelumnya Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam/Wali Kota Batam, HM Rudi di hadapan ribuan massa demonstrai penolakan relokasi Galang menyampaikan bahwa ia akan mendengarkan keluhan masyarakat. Menurtnya saat ini pihaknya hanya akan melakukan verifikasi batas lahan hutan lindung di kawasan itu.
“Kita tentu tidak ingin menyusahkan bapak ibu. Perjuangan belum usai karena batasnya kita tak tahu hutan lindung d imana. Ini yang mau diverifikasi tinggal bapak ibu sampaikan. Setelah itu kita akan kembali ke jakarta, akan dijelaskan,” kata Rudi













