Hasilnya luar biasa, sekitar 90 persen usulan Indonesia disetujui oleh pihak United States Trade Representative (USTR). Hebatnya lagi, Indonesia berhasil mengamankan kesepakatan yang murni bersifat ekonomi tanpa harus terseret dalam isu-isu sensitif seperti pengembangan nuklir maupun konflik Laut China Selatan.
Sebagai bagian dari perjanjian, kedua negara sepakat membentuk dewan khusus yang akan menjadi “jembatan” bagi para pengusaha.
Forum Diskusi: Membahas hambatan dagang secara langsung.
Keseimbangan Neraca: Memastikan perdagangan berjalan adil bagi kedua belah pihak.
Investasi: Mempermudah aliran modal dari Amerika Serikat ke proyek-proyek strategis di Indonesia.
Kapan Mulai Berlaku?
Meskipun dokumen sudah ditandatangani, kesepakatan ini akan berlaku efektif paling lambat 90 hari atau 3 bulan setelah proses legalitas di kedua negara selesai. Di Indonesia, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan DPR untuk merampungkan proses hukumnya.
“Perjanjian ini adalah hasil negosiasi panjang yang intensif sejak April 2025. Ini adalah jalan menuju ‘Era Keemasan’ baru bagi aliansi AS dan Indonesia,” pungkas Airlangga.













