“Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan. Apalagi dengan government technology ini, akan pasti mengurangi korupsi, dan teknologi ini dibuat oleh anak-anak Indonesia. Tapi kalau kita semua kompak, itu saya kira nggak ada masalah,” tambah Luhut.
Lebih lanjut, Luhut mengingatkan bahwa pemerintah tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai menghadapi anomali data ini. Indonesia sedang berkejaran dengan waktu karena jendela kesempatan (window of opportunity) dari bonus demografi diproyeksikan akan segera habis dalam satu dekade ke depan.
Mantan Menko Marves ini memberikan warning keras bahwa kegagalan mengelola pertumbuhan ekonomi dan efisiensi anggaran dalam 10 tahun ke depan akan menjegal mimpi besar bangsa.
“Bonus demografi itu akan habis 10 tahun dari sekarang. Jadi kalau kita tidak bekerja dengan baik, maka 2045 (Indonesia Emas) itu nanti sulit tercapai,” pungkas Luhut.













