DPRD Batam

Pimpinan DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Kecelakaan Tugboat di Perairan PT ASL

21
×

Pimpinan DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Kecelakaan Tugboat di Perairan PT ASL

Share this article
DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kecelakaan kerja galangan kapal PT ASL Shipyard
DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kecelakaan kerja tenggelamnya kapal tugboat yang menelan korban jiwa di perairan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Kamis (12/3/2026).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kecelakaan kerja tenggelamnya kapal tugboat yang menelan korban jiwa di perairan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia di kawasan Tanjunguncang. RDPU tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Batam, Kamis (12/3/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Batam Haji Aweng Kurniawan dari Fraksi Partai Gerindra, didampingi Wakil Ketua III DPRD Batam Muhammad Yunus Muda SE. RDPU ini digelar menyusul kecelakaan kerja yang kembali terjadi di lingkungan perusahaan galangan kapal tersebut.

BACA JUGA:  Cegah Kebocoran Anggaran, KPK RI 'Suntik' Program Pencegahan Korupsi ke DPRD Batam

Pertemuan tersebut diikuti lintas komisi di DPRD Batam, di antaranya Ketua Komisi I Jelvin Tan SH MH, Ketua Komisi III Muhammad Rudi ST, serta Ketua Komisi IV Dandis Rajagukguk ST. Sejumlah anggota komisi terkait juga turut hadir dalam rapat tersebut.

Selain unsur legislatif, RDPU turut menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Diky Wijaya, Kepala UPT Pengawasan Disnaker Provinsi di Batam, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Direktur Perwakilan PT Pradana Samudra Lines, serta perwakilan manajemen PT ASL Shipyard Indonesia.

BACA JUGA:  Bukan Dibatalkan, Terungkap Alasan Mengapa Paripurna Ranperda LAM Batam Harus Ditunda

Dalam RDPU ini, satu per satu anggota dewan menyampaikan keprihatinan mereka terhadap tragedi maut yang kembali terjadi di perusahaan tersebut. Para legislator menilai insiden kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal sudah berulang kali terjadi sehingga memerlukan perhatian serius dari semua pihak.