AnambasNatunaZona Headline

Peringatan Dini: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Natuna dan Anambas Hingga 16 Januari 2025

1681
×

Peringatan Dini: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Natuna dan Anambas Hingga 16 Januari 2025

Share this article
Gelombang tinggi. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Natuna mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang akan berlaku dari tanggal 13 hingga 16 Januari 2025.

Prakirawan BMKG, Muhammad Brian, melaporkan bahwa pola angin di wilayah Natuna umumnya bergerak dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan wilayah utara Kepulauan Natuna-Anambas. Kondisi ini berpotensi signifikan meningkatkan tinggi gelombang di perairan sekitar Natuna dan Anambas.

BACA JUGA:  Natuna Berduka: Mantan Bupati Daeng Rusnadi Tutup Usia, Sang Inisiator Provinsi Natuna-Anambas

Daerah Rawan Gelombang Tinggi

BMKG memperkirakan tinggi gelombang dengan kategori sebagai berikut:

Tinggi gelombang 2.50 – 4.0 meter:

  • Perairan Kepulauan Natuna-Anambas
  • Perairan Selatan Kepulauan Natuna
  • Perairan Selatan Kepulauan Anambas
  • Perairan Barat Kepulauan Natuna

Tinggi gelombang 4.0 – 6.0 meter:

  • Perairan Utara Kepulauan Natuna
  • Perairan Timur Kepulauan Natuna
  • Perairan Subi-Serasan
  • Laut Natuna Utara
BACA JUGA:  Sukses Gagalkan TPPO di Perbatasan, Lanal Tanjung Balai Karimun Raih Penghargaan BP3MI

Kondisi ini berpotensi membahayakan pelayaran. BMKG memberikan rekomendasi keselamatan bagi berbagai jenis kapal:

  • Perahu Nelayan: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1.25 meter.
  • Kapal Tongkang: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1.5 meter.
  • Kapal Ferry: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2.5 meter.
  • Kapal Besar (Kargo/Pesiar): Berisiko jika kecepatan angin mencapai 27 knot dan tinggi gelombang 4.0 meter.
BACA JUGA:  TNI AL Gelar Baksos di Durai Karimun, Danlanal dan Ketua DPRD Turun Langsung ke Rumah Warga

BMKG mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan operator kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode ini. Pemerintah daerah juga diminta bersiap menghadapi potensi gangguan aktivitas pelayaran dan distribusi logistik di wilayah terdampak.

Tetap pantau perkembangan cuaca terkini melalui situs resmi BMKG atau aplikasi mobile BMKG. Keselamatan adalah prioritas utama.