AnambasNatunaZona Headline

Peringatan Dini: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Natuna dan Anambas Hingga 16 Januari 2025

1678
×

Peringatan Dini: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Natuna dan Anambas Hingga 16 Januari 2025

Share this article
Gelombang tinggi. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Natuna mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang akan berlaku dari tanggal 13 hingga 16 Januari 2025.

Prakirawan BMKG, Muhammad Brian, melaporkan bahwa pola angin di wilayah Natuna umumnya bergerak dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan wilayah utara Kepulauan Natuna-Anambas. Kondisi ini berpotensi signifikan meningkatkan tinggi gelombang di perairan sekitar Natuna dan Anambas.

BACA JUGA:  PT CSA Akui Gilas Sagu Warga Pekaka, Janjikan Kompensasi Usai Ditekan Pemerintah

Daerah Rawan Gelombang Tinggi

BMKG memperkirakan tinggi gelombang dengan kategori sebagai berikut:

Tinggi gelombang 2.50 – 4.0 meter:

  • Perairan Kepulauan Natuna-Anambas
  • Perairan Selatan Kepulauan Natuna
  • Perairan Selatan Kepulauan Anambas
  • Perairan Barat Kepulauan Natuna

Tinggi gelombang 4.0 – 6.0 meter:

  • Perairan Utara Kepulauan Natuna
  • Perairan Timur Kepulauan Natuna
  • Perairan Subi-Serasan
  • Laut Natuna Utara
BACA JUGA:  Dibuang Pacar ke Penjara, Janda di Batam Ratapi Nasib Anaknya yang Disabilitas

Kondisi ini berpotensi membahayakan pelayaran. BMKG memberikan rekomendasi keselamatan bagi berbagai jenis kapal:

  • Perahu Nelayan: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1.25 meter.
  • Kapal Tongkang: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1.5 meter.
  • Kapal Ferry: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2.5 meter.
  • Kapal Besar (Kargo/Pesiar): Berisiko jika kecepatan angin mencapai 27 knot dan tinggi gelombang 4.0 meter.
BACA JUGA:  Polda Kepri Bongkar Sindikat Impor Barang Bekas Ilegal dari Singapura: Ratusan Pakaian dan Sepatu Disita di Batam Center

BMKG mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan operator kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode ini. Pemerintah daerah juga diminta bersiap menghadapi potensi gangguan aktivitas pelayaran dan distribusi logistik di wilayah terdampak.

Tetap pantau perkembangan cuaca terkini melalui situs resmi BMKG atau aplikasi mobile BMKG. Keselamatan adalah prioritas utama.