Antrean di halaman kantor pos Midai, Selasa (25/11), semula hanya dipenuhi ibu-ibu yang dengan sabar menanti pencairan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS). Namun suasana mendadak berubah ketika seorang penerima bantuan terlihat mengenakan perhiasan mencolok.
Pemandangan itu sontak memicu bisik-bisik warga dan menarik perhatian Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang tengah melakukan kunjungan kerja.
Kunjungan sehari Cen ke Pulau Midai diwarnai interaksi hangat dengan ratusan masyarakat, mayoritas ibu rumah tangga yang mengantre pencairan BLTS.
Bagi warga di pulau perbatasan ini, bantuan sebesar Rp 900 ribu untuk triwulan Oktober–Desember adalah angin segar. Cukup untuk membeli beras hingga akhir bulan, membayar ongkos sekolah anak, atau setidaknya memberi ruang napas di tengah harga kebutuhan yang merangkak naik.
Di tengah antrean, seorang ibu tiba-tiba berbisik menahan kesal.
“Yang punya motor baru, Buk?” celetuknya, mengarah pada salah satu penerima yang dinilai lebih mampu. Kritik lirih itu memancing perhatian warga lain. Dan momen berikutnya membuat suasana makin riuh saat seorang penerima melintas dengan perhiasan yang memantulkan cahaya di bawah terik matahari Midai.
Bisik-bisik pun bertambah ramai. Sebagian warga saling menatap, mempertanyakan keadilan data bantuan. Rombongan Bupati yang berdiri tak jauh langsung menoleh, menangkap kegelisahan kecil yang menguar dari warga.













