Gudangberita.co.id, Batam – Dikenal sebagai kota mentereng dengan ritme industri cepat dan mobilitas penduduk yang sangat tinggi, Batam menuntut tata kelola data yang presisi.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan bahwa Identitas Kependudukan Digital (IKD) tidak boleh sekadar menjadi aplikasi hiasan di ponsel pintar warga atau formalitas seremonial aktivasi belaka.
Teguran sekaligus dorongan tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, dalam Rapat Koordinasi Analisis Capaian Pemanfaatan IKD yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (11/8/2026).
Firmansyah menyoroti dinamika Batam sebagai kota heterogen di kawasan perbatasan. Tinggi dan cepatnya pergerakan warga menuntut hadirnya basis data kependudukan yang akurat, mutakhir, serta terintegrasi secara real-time.
Menurutnya, indikator keberhasilan IKD bukan dihitung dari berapa banyak warga yang sudah mengunduh dan melakukan aktivasi, melainkan sejauh mana platform tersebut benar-benar memberikan manfaat konkret dalam pelayanan publik.
“Kami berharap IKD ini benar-benar berjalan dan dimanfaatkan di Kota Batam. Jangan hanya berhenti pada tahap aktivasi, tetapi harus hadir dalam pelayanan dan memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat. Batam ini mobilitas penduduknya sangat tinggi, kita butuh data yang terus diperbarui dan dapat dimanfaatkan lintas layanan,” ujar Firmansyah.













