Ape KesahBatamZona Headline

Pengamat Politik: Rudi Kian Terpuruk di Kalangan Orang Melayu

507
×

Pengamat Politik: Rudi Kian Terpuruk di Kalangan Orang Melayu

Share this article
Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, HM Rudi. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Polemik teritorial di Rampang, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, terus memanas. Terbaru, pada Rabu (23/8/2023), ribuan warga di kampung-kampung kawasan itu turun aksi di depan Kantor BP Batam.

Dari sengkarut lahan di Rempang yang bakal dijadikan investasi oleh pemerintah, semuanya tak lepas dari peran kepala daerah itu sendiri. Muhammad Rudi, selaku Wali Kota dan Kepala BP Batam, sepertinya pusing tujuh keliling.

Baca Juga:  Asap Bakar Sampah TPS Dadakan di Pinggir Jalan Sei Lekop Picu Kecelakaan Pekerja Galangan, Satu Orang Luka di Kepala

Tak selesai masalah itu, kini Rudi terancam hilang suara masyarakat Melayu di Batam, untuk maju jadi Gubernur Kepri 2024. Tentu itu terjadi akibat wacana relokasi warga Rempang dari tanah leluhur mereka.

Situasi politik Rudi kini kian rumit. Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik di Kepri, Rahmayandi Mulda. Katanya, sekarang ini elektabilitas Rudi turun.

Baca Juga:  “Gurindam Kosmopolitan” Diluncurkan: Ramon Damora Dapat Dukungan Penuh, PWI Kepri Bentuk Akademi Raja Ali Kelana

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan (Unrika) itu menyebut, bahwa Rudi dirugikan atas proyek pemerintah pusat itu. Di tambah, upaya itu semacam mengusuk marwah Melayu.

Rahmayandi mengatakan, bahwa upaya relokasi demi investasi tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat. Bahkan tak cuma di Rempang, namun secara luas masyarakat Melayu Batam merasa terganggu.