Berbagai program telah dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, di antaranya penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, serta perluasan program beasiswa bagi mahasiswa.
Pemko Batam juga menghadirkan dua skema beasiswa baru, yakni Beasiswa Anak Berprestasi untuk Keluarga Tidak Mampu dan Beasiswa Anak Berprestasi Hinterland. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
“Kami ingin mempersiapkan SDM Batam dengan matang agar tidak ada lagi narasi kekalahan dari anak-anak negeri yang merasa hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Pemerintah harus hadir dan berpihak agar anak-anak kita mampu mengambil peran dalam pembangunan Batam dan Kepulauan Riau di masa depan,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, Amsakar juga menyinggung perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia. Ia menyebutkan, kuota penerima bantuan bagi lansia ditingkatkan dari 2.000 menjadi 4.000 orang. Nilai bantuan yang diterima pun naik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per orang.
Terkait pembangunan SMKN 13 Batam, Amsakar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam sejak awal mendukung penuh rencana tersebut, terutama dalam proses penyediaan lahan yang diajukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.













