Hingga saat ini, fasilitas seperti tangga belalai (garbarata) yang memudahkan penumpang naik turun kapal masih belum tersedia.
“Pelayanan di Pelabuhan harus terus ditingkatkan. Kita bisa belajar dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta atau Pelabuhan Belawan di Medan. Infrastruktur di sana sudah jauh lebih maju dan manusiawi,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara BP Batam, PT Pelni, pengelola Pelabuhan Bintang 99, dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan pelayanan baik dari segi infrastruktur maupun suprastruktur.
Hal ini mencakup perbaikan fasilitas penumpang, pengaspalan jalan, serta peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan.
“Pelayanan yang baik di pelabuhan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan kepada dunia bahwa Batam siap menjadi hub industri dan transportasi modern. Semua pihak harus bekerja sama untuk mewujudkan ini,” tutup Jusrizal.












