Anggota Pansus A, Erwan Harya mengatakan, saat ini di Natuna lebih banyak pengusaha tidak taat pajak. Diantara terdapat usaha rumah makan maupun pengusaha penganggaran sarang burung walet.
“Berdasarkan data dinas terkait, ada banyak rumah makan tidak taat pajak. Apalagi pengusaha sarang walet, pajaknya nol persen. Tentu ini tanggungjawab Pemda dalam penegakannya di lapangan,” ujar Erwan.
*Nb: Berita diatas mengalami perubahan judul dari sebelumnya berjudul: Pansus Sebut Banyak Pengusaha Nakal di Natuna Tak Bayar Pajak.
Redaksi mempertimbangkan perubahan ini agar memperkuat esensi tugas Pansus Ranperda Pajak DPRD Kabupaten Natuna













