Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas hilangnya korban. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur sudah bekerja maksimal di lapangan.
“Kami telah melakukan pencarian terhadap Helmi, ABK KM Antena, selama tujuh hari penuh. Namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaannya. Dengan sangat berat, operasi SAR dihentikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dan pemantauan tetap dilakukan. Operasi SAR dapat kembali dibuka jika ada laporan temuan baru dari masyarakat atau kapal yang melintas.
Abdul Rahman kembali mengingatkan pentingnya alat keselamatan, khususnya pelampung dan perlengkapan dasar lainnya bagi nelayan serta pengguna kapal kecil di bawah 100 GT.
Pihak SAR menyoroti meningkatnya risiko Man Over Board (MOB) selama periode cuaca ekstrem, khususnya di perairan utara yang kini memasuki musim peralihan.
Ia juga mengimbau seluruh operator kapal memperhatikan informasi cuaca dari BMKG, terutama sebelum beraktivitas atau berlayar.













