NatunaZona Headline

Natuna Tata Ulang Kawasan Kumuh Batu Kapal, Siapkan 57 Rumah Baru dan Pusat Bisnis

1658
×

Natuna Tata Ulang Kawasan Kumuh Batu Kapal, Siapkan 57 Rumah Baru dan Pusat Bisnis

Share this article
Relokasi pembangunan 57 rumah hunian warga batu kapal di kampung Puak Ranai mulai dikerjakan oleh kelompok swakelola masyarakat. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna mulai menata ulang kawasan eks-kumuh Batu Kapal di Ranai setelah proses relokasi warga rampung. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi pusat bisnis berbasis geosite pariwisata, sekaligus bagian dari program nasional 3 juta rumah.

Menurut Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkab Natuna, Suratmojo, pemerintah telah menyiapkan desain penataan ulang Batu Kapal yang mengacu pada konsep Geosite Batu Kapal, yang juga merupakan aset pariwisata daerah.

BACA JUGA:  Resmi Naik Hari Ini! Cek Rincian Harga Terbaru Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Bagaimana Nasib Pertalite?

“Pengembangan kawasan sempat tertunda karena menunggu relokasi warga. Sekarang lahannya siap untuk ditata ulang dan dikembangkan,” kata Suratmojo, Jumat (24/5/2025).

Dalam tahap awal, pemerintah daerah menghibahkan lahan seluas 1,8 hektare untuk membangun 57 unit rumah hunian bagi warga terdampak relokasi. Hal ini merupakan respon cepat Pemkab Natuna terhadap Program 3 Juta Rumah dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Lima Tahun Menunggak, Pemkot Bandung Keluarkan SP 3: Asrama Singkep Lingga di Bandung Terancam Digusur

“Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran pendamping agar pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan secepatnya,” tambahnya.

Kawasan Kumuh Jadi Kawasan Strategis Ekonomi Baru

Lahan yang digunakan sebagian merupakan aset pemerintah daerah dan telah masuk dalam penetapan geosite Batu Kapal oleh pemerintah. Nantinya, kawasan ini tidak hanya menjadi permukiman, tetapi juga akan dikembangkan sebagai kawasan bisnis strategis, membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.