Sayap kanan pesawat tersebut menerjang perairan terlebih dahulu sehingga pesawat pun berpuing-puing menjadi tiga bagian.
Pilot, Copilot dan Teknisi berhasil menyelamatkan diri dan ditemukan oleh petugas di Indonesia.

Para penyidik sama sekali tidak memungkiri penyebab terjadinya ledakan tersebut diakibatkan seperangkat bom waktu yang ditempatkan oleh sebuah jawatan rahasia asal Tiongkok ke dalam pesawat terbang itu, yaitu Partai Kebangsaan Tiongkok (atau disebut Kuomintang) yang tengah berupaya menghabisi nyawa Perdana Menteri Tiongkok, Zhou Enlai.
Beruntung Enlai membatalkan naik pesawat itu di detik-detik keberangkatan. Ia akhirnya naik pesawat lain dan selamat hingga menghadiri KAA di Bandung.

*Disadur dari berbagai sumber













